| Kalimantan Utara | |
|---|---|
| — Provinsi — | |
| Peta lokasi Kalimantan Utara | |
| Negara | |
| Hari jadi | 25 Oktober 2012 |
| Dasar hukum | UU No.20 tahun 2012 |
| Ibu kota | Tanjung Selor |
| Pemerintahan | |
| • Gubernur | Irianto Lambrie (pj.) |
| Luas | |
| • Total | 72.567.49 km2(28,018.46 mil²) |
| Populasi (2013) | |
| • Total | 738.163 |
| • Kepadatan | 10/km2 (26/sq mi) |
| Demografi | |
| • Suku bangsa | Suku Tidung, Suku Bulungan,Suku Banjar, Suku Dayak, danSuku Suluk |
| • Agama | Islam, Katolik, Protestan,Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu |
| • Bahasa | Bahasa Indonesia, Bahasa Tidung, Bahasa Dayak |
| Zona waktu | WITA (UTC+8) |
| Kabupaten | 4 |
| Kota | 1 |
| Kecamatan | 47 |
| Rumah tradisional | Rumah Baloy |
| Senjata tradisional | Mandau |
Rabu, 21 Agustus 2013
Kalimantan Utara
Senjata Tradisional Papua
Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulangkaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu Belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang
Suku Asli Papua
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain:
- Ansus
- Amungme
- Asmat
- Ayamaru, mendiami daerah Sorong
- Bauzi
- Biak
- Dani
- Empur, mendiami daerah Kebar dan Amberbaken
- Hatam, mendiami daerah Ransiki dan Oransbari
- Iha
- Kamoro
- Mandobo/Wambon
- Mee, mendiami daerah pegunungan Paniai
- Meyakh, mendiami Kota Manokwari
- Moskona, mendiami daerah Merdei
- Nafri
- Sentani, mendiami sekitar danau Sentani
- Souk, mendiami daerah Anggi dan Menyambouw
- Waropen
- Wamesa
- Muyu
- Tobati
- Enggros
- Korowai
- Fuyu
Geografis Papua
| Luas wilayah | |
|---|---|
| Luas | 420.540 km² |
| Iklim | |
| Curah hujan | 1.800 – 3.000 mm |
| Suhu udara | 19-28°C |
| Kelembapan | 80% |
Batas wilayah[sunting]
| Utara | Samudera Pasifik |
| Selatan | Samudera Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Australia |
| Barat | Papua Barat, Kepulauan Maluku |
| Timur | Papua Nugini |
Gubernur Papua
| No | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
| 1. | Zainal Abidin Syah | 1956 | 1961 | Sultan dari Kesultanan Tidore serta Gubernur Irian Barat. | |
| 2. | P. Pamuji | 1961 | 1962 | ||
| 3. | Elias Jan Bonai | 1962 | 1964 | Gubernur Irian Jaya | |
| 4. | Frans Kaisiepo | 1964 | 1973 | ||
| 5. | ![]() | Acub Zaenal | 1973 | 1975 | |
| 6. | ![]() | Sutran | 1975 | 1981 | |
| 7. | Busiri Suryowinoto | 1981 | 1982 | ||
| 8. | ![]() | Izaac Hindom | 1982 | 1988 | |
| 9. | Barnabas Suebu | 1988 | 1993 | Periode pertama. | |
| 10. | Jacob Pattipi | 1993 | 1998 | ||
| 11. | Freddy Numberi | 1998 | 2001 | ||
| 12. | ![]() | Jacobus Perviddya Solossa | 2001 | 2005 | Gubernur Papua |
| 13. | Sodjuangan Situmorang | 2005 | 2006 | ||
| Barnabas Suebu | 25 Juli 2006 | 25 Juli 2011 | Periode kedua. | ||
| * | Syamsul Arief Rifai | 25 Juli 2011 | 1 November 2012 | Penjabat Gubernur. | |
| * | Constant Karma | 1 November2012 | 9 April 2013 | Penjabat Gubernur. | |
| 14. | ![]() | Lukas Enembe | 9 April 2013 | sedang menjabat |
Kabupaten Dan Kota Di Papua
Kabupaten Dan Kota Di Jambi
Dengan kondisi suhu udara berkisar antara 23 °C sampai dengan 31 °C dan luas wilayah 53,435 km2 di antaranya sekitar 60% lahan merupakan kawasan perkebunan dan kehutanan yang menjadikan kawasan ini merupakan salah satu penghasil produk perkebunan dan kehutanan utama di wilayah Sumatera. Kelapa sawit dan karet menjadi tanaman perkebunan primadona dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 400.168 hektar serta karet mencapai 595.473 hektar. Sementara itu, nilai produksi kelapa sawit sebesari 898,24 ribu ton pertahun. Hasil perkebunan lainnya adalah karet, dengan jumlah produksi 240,146 ribu ton per tahun, kelapa dalam (virgin coconut) 119,34 ribu ton per tahun, casiavera 69,65 ribu ton per tahun, serta teh 5,6 ribu ton per tahun. Sementara produksi sektor pertanian yang dihasilkan oleh kawasan bagian barat Provinsi Jambi yaitu beras kerinci, kentang, kol/kubis, tomat dan kedele.
Potensi kekayaan alam di Provinsi Jambi adalah minyak bumi, gas bumi, batubara dan timah putih. Jumlah potensi minyak bumi Provinsi Jambi mencapai 1.270,96 juta m3 dan gas 3.572,44 milyar m3. Daerah cadangan minyak bumi utama di struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Batanghari dengan jumlah cadangan minyak 408,99 juta barrel. Sedangkan cadangan gas bumi utama di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muaro Jambidengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.
Potensi Ekonomi:
1. Minyak Bumi : Cadangan minyak bumi Provinsi Jambi sebesar 1.270,96 juta m3. Cadangan minyak bumi antara lain terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota dan Kabupaten Batanghari.
2. Gas Bumi : Cadangan gas bumi Provinsi Jambi sebesar 3.572,44 milyar m3. Cadangan tersebut sebagian besar terdapat di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muara Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.
3. Batubara : Cadangan batubara Provinsi Jambi sebesar 18 juta ton, yang merupakan batubara kelas kalori sedang yang cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Cadangan terbesar dijumpai di Kabupaten Muara Bungo.
4. Perkebunan Komoditas perkebunan yang sangat dominan adalah Karet dan Kelapa Sawit. Hal ini didukung dengan program Pemerintah Derah Provinsi Jambi yaitu “Pengembangan Kelapa Sawit Sejuta Hektar” serta “Replanting Karet”. Selain itu, casiavera juga banyak dibudidayakan terutama di daerah Kerinci.
Langganan:
Postingan (Atom)




